Rumus dan Cara Menghitung Pendapatan Sisa yang Tersedia

  • 3 min read
  • Oct 17, 2023
Rumus dan Cara Menghitung Pendapatan Sisa yang Tersedia

Pengertian Pendapatan Tersedia dan Rumus Menghitungnya

Pendapatan yang tersedia atau disposable income merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan jumlah uang yang sisanya setelah potongan pajak dan pengeluaran wajib telah dikurangkan dari pendapatan kotor seseorang. Konsep pendapatan tersedia menjadi sangat penting dalam perencanaan keuangan pribadi dan sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Untuk memahami pentingnya pendapatan tersedia, mari kita ulas apa itu dan bagaimana menghitungnya.

Pengertian Pendapatan Tersedia

Pendapatan tersedia adalah jumlah uang yang benar-benar tersedia bagi seseorang setelah semua pajak dan pengeluaran wajib telah dikurangkan dari pendapatan kotor. Pengeluaran wajib ini mencakup pembayaran pajak, premi asuransi, dan deduksi setiap jenis kewajiban keuangan lainnya, seperti cicilan hutang atau kontribusi ke asuransi kesehatan. Pendapatan yang tersedia adalah jumlah uang yang dapat seseorang manfaatkan untuk kebutuhan pribadi, penghematan, investasi, atau pengeluaran diskresioner.

Rumus Menghitung Disposable Income

Rumus untuk menghitung disposable income adalah sebagai berikut:

Pendapatan Tersedia (Disposable Income) = Pendapatan Kotor – Pajak dan Pengeluaran Wajib

Untuk mendapatkan pendapatan tersedia, kita perlu mengetahui pendapatan kotor terlebih dahulu. Pendapatan kotor meliputi semua sumber pendapatan seseorang, seperti gaji, bonus, pendapatan dari usaha sampingan, atau dividen dari investasi. Setelah mendapatkan jumlah pendapatan kotor, kita kemudian mengurangkannya dengan jumlah pajak dan pengeluaran wajib yang telah kita identifikasi sebelumnya.

Contoh Penghitungan Pendapatan Tersedia

Sebagai contoh, mari kita anggap bahwa seseorang memiliki pendapatan kotor sebesar Rp 10.000.000 per bulan. Dia juga harus membayar pajak sebesar 10% dari pendapatan kotornya, yang berarti pajaknya adalah Rp 1.000.000 per bulan. Dia juga memiliki pengeluaran wajib lainnya sebesar Rp 2.000.000 per bulan. Dengan menggunakan rumus penghitungan disposable income yang telah disebutkan sebelumnya, kita dapat menghitung pendapatan tersedia sebagai berikut:

Pendapatan Tersedia = Rp 10.000.000 – (Rp 1.000.000 + Rp 2.000.000) = Rp 7.000.000

Dalam contoh ini, pendapatan tersedia seseorang adalah Rp 7.000.000 per bulan. Ini adalah jumlah uang yang tersedia bagi mereka untuk digunakan sesuai keinginan mereka setelah semua potongan pajak dan pengeluaran wajib telah dikurangkan dari pendapatan kotor mereka.

Pentingnya Memahami Pendapatan Tersedia

Memahami pendapatan tersedia adalah penting untuk perencanaan keuangan pribadi yang efektif. Dengan mengetahui jumlah uang yang tersedia setelah semua potongan dan kewajiban finansial, seseorang dapat membuat keputusan keuangan yang bijaksana. Pendapatan tersedia dapat membantu dalam menentukan seberapa banyak uang yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan pokok, pembayaran hutang, penghematan, investasi, dan juga pengeluaran hiburan atau diskresioner.

Kesimpulan

Pendapatan tersedia adalah jumlah uang yang tersedia bagi seseorang setelah semua pajak dan kewajiban finansial telah dikurangkan dari pendapatan kotor. Rumus untuk menghitung pendapatan tersedia adalah Pendapatan Tersedia = Pendapatan Kotor – Pajak dan Pengeluaran Wajib. Memahami pendapatan tersedia merupakan langkah penting dalam perencanaan keuangan pribadi dan pengambilan keputusan keuangan yang bijaksana. Dengan menghitung pendapatan tersedia, seseorang dapat mengatur dan mengalokasikan uang mereka dengan lebih efektif, memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, memungkinkan untuk membayar hutang, menghemat uang, dan bahkan berinvestasi untuk masa depan.

FAQ – Rumus dan Cara Menghitung Pendapatan Sisa yang Tersedia

Pertanyaan yang Sering Diajukan mengenai Rumus dan Cara Menghitung Pendapatan Sisa yang Tersedia

1. Apa itu pendapatan sisa yang tersedia?

Pendapatan sisa yang tersedia adalah jumlah pendapatan yang masih tersedia setelah memperhitungkan pengeluaran dan kewajiban lainnya. Ini dapat digunakan untuk menyisihkan, menginvestasikan, atau menyalurkan ke tujuan lain sesuai kebijakan perusahaan atau individu.

2. Bagaimana cara menghitung pendapatan sisa yang tersedia?

Untuk menghitung pendapatan sisa yang tersedia, Anda dapat menggunakan rumus berikut: Pendapatan Sisa = Pendapatan Total – Pengeluaran Total – Kewajiban Lainnya.

3. Apa yang dimaksud dengan pendapatan total?

Pendapatan total adalah jumlah keseluruhan pendapatan yang diperoleh dari semua sumber dalam periode waktu tertentu. Ini mencakup pendapatan dari pekerjaan, investasi, bisnis, atau sumber pendapatan lainnya.

4. Apa saja yang termasuk dalam pengeluaran total?

Pengeluaran total mencakup semua pengeluaran yang dilakukan untuk berbagai keperluan, seperti biaya hidup, tagihan, cicilan, pembayaran utang, dan pengeluaran lainnya.

5. Apa yang dimaksud dengan kewajiban lainnya dalam perhitungan pendapatan sisa?

Kewajiban lainnya adalah kewajiban keuangan yang harus dipertimbangkan dalam perhitungan pendapatan sisa, seperti pembayaran pinjaman, biaya asuransi, atau komitmen keuangan lainnya.

  Panduan Pindah KTP secara Online